SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit menginformasikan, saat ini muncul 100 titik panas atau hotspot di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang kemungkinan diakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Hotspot itu bisa terbaca atau terdeteksi oleh satelit apabila ada asap dan suhu panas terpancar, sehingga ketika terjadi kebakaran akan langsung terbaca sebagai titik panas,” kata Kepala BMKG Bandar Udara H Asan Sampit, Musuhanaya, Selasa 29 Agustus 2023.
Menurutnya, angka ini mengalami kenaikan yang signifikan. Yang mana sebelumnya hanya 35 hotspot naik menjadi 100 hotspot sehingga terjadi kenaikan sebanyak 65 titik dalam satu hari.
“Terbanyak berada di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yakni sebanyak 55 titik, Kecamatan Teluk Sampit 25 titik, Kecamatan Baamang 5 titik, Kecamatan Mentaya Hilir Utara 5 titik, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang 4 titik, Kecamatan Telaga Antang 3 titik, Kecamatan Tualan Hulu 2 Titik dan Kecamatan Cempaga Hulu 1 titik,” bebernya.
Sementara itu, berdasarkan informasi citra satelit per 29 Agustus 2023 ini menandakan tidak adanya pertumbuhan awan hujan signifikan di seluruh wilayah Kabupaten Kotim. Sehingga hal ini berpotensi dapat meningkatkan jumlah titik panas yang ada di Kotim.
“Bahkan berdasarkan peta kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Tengah (Kalteng), khususnya untuk di Kotim termasuk ke dalam zona sangat mudah terbakar atau zona merah, dan kondisi ini berlangsung sampai dengan besok 30 Agustus 2023,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post